Masyarakat Masa Depan

A. Perkiraan Masyarakat Masa Depan

Pemahaman tentang keadaan masyarakat masa depan tersebut aka sangat penting sebagai latar depan segala kebiakan dan upaya pendidikan masa kini dan masa yang akan datang. Kajian masyarakat masa depan itu semakin penting jika diingat bahwa pendidikan selalu merupakan penyiapan peserta didik bagi peranannya di masa yang akan datang. Dengan demikian, pendidikan seharusnya selalu mengantisipasi keadaan masyarakat masa depan.

1. Kecenderungan Globalisasi
Gelombang globalisasi sedang menerpa seluruh aspek kehidupan dan penghidupan manusia, menyusup ke dalam seluruh unsur kebudayaan dengan dampak yang berbeda-beda. Menurut Emil Salim (1990) terdapat empat bidang kekuatan gelombang globalisasi yang paling kuat dan menonjol daya dobraknya, yakni bidang IPTEK, ekonomi, lingkungan hidup, dan pendidikan.

a. Bidang IPTEK yang mengalami perkembangan semakin dipercepat, utamanya penggunaan berbagai teknologi canggih seperti komputer dan satelit.
b. Bidang ekonomi yang mengarah ke ekonomi regional dan atau ekonomi global tanpa mengenal batas-batas negara.
c. Bidang lingkungan hidup telah menjadi bahan pembicaraan dalam berbagai peremuan tingkat Internasional.
d. Bidang pendidikan dalam kaitannya dengan identitas bangsa termasuk budaya nasional dan budaya-budaya nusantara.

Menurut Selo Sumardjan (1993), dalam proses globalisasi budaya yang kuat dan agresif akan mempengaruhi budaya yang lemah dan pasif. Budaya yang kuat dan agresif adalah budaya yang bersifat progresif yang mempunyai ciri-ciri:
a. Mempunyai cara berfikir yang rasional dan realistis.
b. Mempunyai kebiasaan membaca yang tinggi.
c. Mempunyai kemampuan menyerap dan mengmbangkan ilmu pengetahuan dengan cepat dan banyak.
d. Terbuka terhadap inovasi, bahkan selalu berusaha mencari hal-hal baru.
e. Mempunyai pandangan hidup yang berdimensi lokal, nasional dan universal.
f. Mampu memprediksi dan merencanakan masa depan.
g. Memanfaatkan teknologi yang senantiasa berkembang.

Di dalam era globalisasi sifat rasa kedaerahan, corak kebangsaan tidak lagi secara dominan dapat ditonjolkan, dunia seolah-olah makin akrap, suatu bangsa tidak lagi merasa asing bila berada di suatu tempat bangsa lain, pakaian, makanan, dan bahkan bahasa tidak lagi menentukan identitas suatu bangsa. Pada saat ini hal ini merupakan kecendrungan-kecendrungan yang kelihatannya semakin nyata menampakkan sosok yang global dan mendunia.

Era globalisasi terjadi arus lalu lintas perjalanan bangsa-bangsa dari satu negara, karena adanya sistem tranportasi dan sikap penerimaan dari bangsa-bangsa yang dituju. Kemudahan transportasi dan sikap penerimaan ini ditunjang oleh keadaan yang makin mantap dan pelayanan yang semakin memuaskan. Demikian pula masing-masing negara yang ada di dunia meningkatkan dan menggalakkan pariwisata, disamping sikap masing-masing bangsa yang suka mengadakan kunjungan ke mancanegara secara terencana.

Misalnya pada masa-masa sebelumnya bangsa kita adalah bangsa yang belum tourist minded, artinya berkunjung keluar neeri itu bukan suatu gaya hidup, tetapi sekarang, bagi mereka yang mampu, bepergian ke luar negeri itu memang sudah menjadi suatu rencana, sudah diarahkan.

Lalu lintas kunjungan inilah yang membuat masing-masing negara menyiapkan suatu yang sesuai dengan keadaan megara yang mengunjungi, sehingga makanan, pakaian apa yang ada di Jepang sudah pasti ada di Flipina, begitu juga apa yang ada di Amerika sudah pasti ada restoran-restoran Indonesia dan sebaliknya, akibat dari mobilitas antar bangsa yang sangat tinggi.

2. Perkembangan IPTEK
Perkembangan IPTEK yang semakin cepat dalam era globalisasi merupakan salah satu ciri utama dari masyarakat masa depan. Percepatan perkembangan IPTEK tersebut terkait dengan landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis.

Salah satu hal yang perlu diperkirakan bagi masyarakat masa depan adalah perkembangan IPTEK. Perkembangan IPTEK demikian cepatnya sehingga sekolah selalu ketinggalan untuk mengikutinya, sehingga sekolah tidak siap untuk membekali lulusannya dengan kemajuan IPTEK yang akan ditemui di masyarakat. Misanya di sekolah siswa diberi pelajaran mengetik dengan microsoft office 2003, padahal sekarang telah umum digunakan microsoft office 2007, bahkan sudah digunakan pula microsoft office 2010.

Demikian juga pelajaran-pelajaran teknik, pertanian dan pelayan yang ada di sekolah jauh ketinggalan dengan ada di masyarakat, bidang kesehatan sudah begitu canggih, tetapi yang ada di sekolah belum seberapa. Sekolah harus mempersiapkan siswa bukan saja untuk masa kini, tetapi yang lebih penting adalah untuk masa depan yang kita perkirakan pasti sudah lebih modern dari masa sekarang, terutama dalam bidang IPTEK.

3. Perkembangan Arus Komunikasi yang Semakin Padat dan Cepat
Kemajuan teknologi telah mendorong perubahan masyarakat dari masyarakat industri ke masyarakat informasi. Dan di indonesia terjadi perubahan yang serentak dari masyarakat pertanian ke masyarakat industri dan masyarakat informasi.

Perkembangan komunikasi dengan arus informasi yang semakin padat dan akan dipercepat di masa depan, mencakup keseluruhan unsur-unsur dalam proses komunikasi tersebut. Sumber pesan mencakup keseluruhan unsur-unsur kebudayaan, mulai dari sistem dan upacara keagamaan sampai dengan, bahkan terutama sistem teknologi dan peralatan.

Tidak terlepas dengan perkembangan iptek, maka masa datang adalah masa dimana arus komunikasi semakin cepat dan padat, karena cepatnya komunikasi maka informasi mengenai sesuatunya tidak lagi menunggu waktu sampai kepada seantero dunia, seseorang semakin cepat memperoleh pengetahuan baru, semakin cepat menguasai dan memakai penemuan-penemuan baru dan teknologi baru.

Hal ini akan memungkinkan semakin cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan sehingga masa mendatang merupakan masa yang sangat dinamis, sangat cepat berubah. Karena cepatnya komunikasi, seseoorang yang beada di luar negeri, seseoorang yang sedang beada di negara lain tidak merasa jauh dengan tempat tinggalnya, tidak merasa adanya masalah untuk pergi sejauh mungkin baik untuk studi maupun bisnis, sehingga dunia dirasakan semakin mudah untuk dijangkau, dan selanjutnya arus komunikasi semakin padat.

Kecepatan arus komunikasi merangsang pihak-pihak tertentu untuk menciptakan dan menghasilkan sistem dan alat komunikasi yang lebih canggih lagi, sehingga dapat dikatakan masa datang itu adalah masa era komunikasi.

Yusufhadi Miarso (1997) mengemukakan bahwa perkembangan dalam era informasi ditandai oleh ciri-ciri sebagai beikut :
a. Meningkatkan daya muat dalam mengumpulkan, menyimpan dan menyajikan informasi.
b. Meningkatkan kecepatan penyajian informasi.
c. Melimpahkan miniaturisasi perangkat kelas.
d. Keragaman pilihan informasi.
e. Biaya perolehan informasi dari jarak jauh semakin menurun.
f. Kemudahan penggunaan produk informasi.
g. Disrtibusi informasi semakin luas.
h. Meningkatkan kegunaan informasi.

4. Peningkatan Layanan Profesional
Salah satu ciri penting masyarakat masa depan adalah meningkatnya kebutuhan layanan profesional dalam bidang kehidupan manusia. Karena perkembangan IPTEK yang semakin cepat serta perkembangan arus informasi yang semakin padat dan cepat, maka anggota masyarakat masa depan semakin luas wawasan dan pengetahuannya serta daya kritis yang semakin tinggi.

Oleh karena itu, manusia masa depan semakin menuntut suatu kualitas hidup yang lebih baik, termasuk berbagai layanan yang dibutuhkannya. Layanan diberikan oleh pemangku profesi tertentu, atau layanan profesional, akan semakin penting untuk kebutuhan masyarakat tertentu.

Dapat diperkirakan bahwa masyarakat masa depan adalah masyarakat yang menggunakan tenaga-tenaga spesialis, semua serba spesialis, barang kali dapat juga disebut era spesialisasi. Sejalan dengan kecenderungan globalisasi, maka setiap negara adalah mendunia, memiliki perspektif global, berorientasi internasional. Hotel-hotel, rumah sakit internasional, begitu juga bank, bandar udara, pelabuhan laut dan sebagainya.

Dengan orientasi yang mendunia ini setiap layanan akan ditingkatkan setaraf dengan layanan yang berlaku secara internasional, untuk tenaga-tenaga yang disiapkan adalah tenaga yang spesialis, berkompeten dan profesional. Kalau dahulu untuk menjadi karyawan hotel persyaratannya tidaklah sukar, tetapi sekarang karena tuntuan profesionalitas, maka mereka harus lulusan akademi perhotelan, menguasai beragam bahasa asing.

Muncullah berbagai akademi dan sekolah khusus seperti akademi pariwisata, sekolah menengah pariwisata, program diploma 3, 2 dan 1 dalam bidang perbankan, sekretaris, manajemen dan bahasa asing. Barangkali sudah banyak sekali sekolah atau akademi yang menyiapkan tenaga-tenaga spesial dan professional ini untuk meningkatkan pelayanan di masa yang akan datang.

Adapun ciri-ciri profesi adalah sebagai berikut :
a. Lebih mengutamakan pelayanan kemanusiaan yang ideal yang dilakukan oleh pemangku prifesi.
b. Terdapat sekumpulan bidang ilmu yang menjadi landasan dari sejumlah teknik dan prosedur yang unik, serta diperlukan waktu yang relatif panjang untuk mempelajarinya.
c. Terdapat suatau mekanisme saringan berdasarkan kualisifikasi tertentu, sehingga hanya yang berkompeten yang diperbolehkan melaksanakan layanan profesi itu.
d. Terdapat kode etik profesi yang mengatur keanggotaan serta tingkah laku, sikap dan cara kerja anggotanya.
e. Terdapat organisasi profesi yang berfungsi menjaga/meningkatkan layanan rofesi dan melindungi anggotanya.
f. Pemangku profesi memandang profesinya sebagai suatu karir hidup dan menjadi anggota yang relatif permanen serta mempunyai kemandirian dalam melaksanakan profesinya dan untuk mengembangkan kemampuan profesinya.

B. Antisipasi Terhadap Masa Depan
Berdasarkan perkiraan-perkiraan yang telah dikemukakan, berdasarkan pertimbangan kecenderungan globalisasi, perkembangan IPTEK, arus komunikasi yang semakin cepat dan padat, serta peningkatan pelayanan yang semakin profesional, maka masa depan, atau masyarakat masa depan sudah dapat digambarkan atau diperkirakan dan pendidikan perlu mengantisipasinya. Berhubungan dengan antisipasi pendidikan terhadap masa depan, dapat juga di katakan tuntutan-tuntutan apa yang diharapkan manusia masa depan, akan dibicarakan di bawah ini.

1. Tuntutan Bagi Manusia Masa Depan (Manusia Modern)
Untuk jenjang pendidikan dasar hal itu berarti bahwa kemampuan dasar sebagai manusia Pancasila yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar akan siap untuk:
a. Memasuki lapangan kerja sebagai manusia pembangunan setelah melalui orientasi dan atau pelatihan tambahan sesuai dengan kebutuhan.
b. Melanjutkan ke pendidikan menengah.

Tuntutan manusia indonesia di masa depan, setelah kemampuan dasar tersebut, terutama diarahkan kepada pembekalan kemampuan yang sangat diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan di masa depan tersebut. Beberapa di antaranya seperti:
a. Ketanggapan terhadap berbagai masalah sosial, politik, kultural, dan lingkungan.
b. Kretifitas di dalam menemukan alternatif pemecahannya.
c. Efisiensi dan etos kerja yang tinggi.

Mempertimbangkan beberapa keadaan yang akan berkembang pada masa depan itu sesuai dengan kecenderungan yang ada, maka agar kita berhasil dan sukses, perlu diperhatikan beberapa tuntutan yang diharapkan dimiliki oleh manusia masa depan itu, antara lain ialah :
a. Memiliki sikap yang terbuka, memiliki wawasan internasional dan seimbang dengan itu memiliki wawasan nusantara dan ketahanan nasional agar tidak lebur dengan adanya kecenderungan globalisasi, agar jati diri sebagai bangsa tetap hidup.

b. Memiliki sikap toleransi yang tinggi untuk mau memahami budaya bangsa lain, berkemauan dan berusaha meningkatkan kualitas diri pribadi, meningkatkan kegemaran membaca, mau belajar dari pengalaman orang lain atau bangsa lain, saling menghargai dan menghormati.

c. Menerapkan dan meningkatkan azas pendidikan seumur hidup (long life education), karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat, kita perlu belajar dan belajar terus agar tidak ketinggalan dengan kemajuan yang terjadi, agar dapat memanfaatkan perkembangan iptek tersebut secara tepat guna. Azas belajar sepanjang hayat harus disikapi sebagai suatu usaha meningkatkan kualitas diri pribadi, memiliki sikap yang tidak cepat merasa puas dengan ilmu yang telah dimiliki, sehingga mau terus belajar baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, atau juga belajar secara mandiri. Barangkali sekarang kita telah memiliki gambaran, kalau dulu sudah cukup puas bila sudah memperoleh gelar sarjana, tetapi sekarang masih belajar lagi dan melanjutkan ke tingkat pasca sarjana untuk sampai pada jenjang S2 dan S3. Tututan manusia masa depan sesuai dengan kecenderungan perkembangan IPTEK, adalah manusia yang suka belajar dan berusaha meningkatkan kualitas dirinya.

d. Melengkapi sarana kehidupan dengan alat-alat komunikasi yang terbaru, karena arus komunikasi yang semakin cepat dan padat kurang dapat ditangkap informasinya dengan cara-cara trandisional, misalnya dengan surat kabar dan majalah. Pada masa sekarang ini saja kebanyakan orang memperoleh informasi dengan internet, faximale, walaupun memang ada orang-orang memakai telepon genggam sekedar gengsi, prestise, atau pajangan.

e. Di era informasi dan komunikasi orang-orang dituntut untuk cepat tanggap, dituntut meningkatkan inisiatif dan kreativitas.

f. Memiliki ilmu pengetahuan yang bersifat khusus, memiliki spesialisasi dalam bidang pekerjaan tertentu, mengukuti program khusus tenaga kerja tertentu, penguasaan beberapa bahasa asing dan penampilan yang layak untuk standar internasional. Barang kali kita dapat juga dikemukakan di sini bahwa zaman sekarang dan masa depan itu di sebut zaman modern, dan manusianya disebut manusia modern.

Alex Inkeles menyebut ciri-ciri manusia modern diantaranya adalah :
a. Mempercayai dan mengutamakan kemampuan akal manusia, artinya tidak ada yang tidak dipelajari asalkan orang mau menggunakan akal dan pikirannya secara sungguh-sungguh.
b. Menggunakan dan menanfaatkan waktu sangat efisien, sangat padat dan sangat ketat, teratur untuk hal-hal yang berguna. Orang modern mampu mengatur waktu dan mengisi waktu sesuai dengan yang direncanakan, baik untuk bekerja, belajar, untuk keperluan hubungan sosial, rekreasi, olahraga dan hiburan, atau sekedar membaca novel, membaca buku-buku ilmu pengetahuan.
c. Suka kepada pembaruan dan mau menerima pembaruan, karenanya orang modern juga suka kepada perubahan, selalu bersifat dinamis, suka mencoba untuk membuktikan mana yang lebih baik, yang lama atau yang baru. Orang yang tidak modern sukar sekali diajak untuk mengadakan pembaruan, menolak dan bahkan selalu curiga kepada pembaruan, tidak suka mencoba.
d. Orientasi ke masa depan, masa lalu bukan untuk dipuja dan dikenang-kenang, tetapi untuk dijadikan pelajaran dan pengalaman dalam merencanakan masa depan.
e. Hemat dalam penggunaan penghasilan, saving minded (cara hidup yang suka menabung), penggunaan uang juga terencana.
f. Mampu mengontrol diri sendiri, kurang senang diatur dan dicampuri oleh orang lain.
g. Tidak suka tergantung pada bantuan orang lain.

Makaminan Makagiansar (1990) mengemukakkan bahwa perlu dikembangkan empat hal pokok dari peserta didik dalam menghadapi masa depan :
a. Kemampuan mengantisipasi perkembangan berdasarkan ilmu pengetahuan.
b. Kemampuan dan sikap untuk mengerti dan mampu mengatasi situasi.
c. Kemampuan mengakomodasikan perkembangan IPTEK serta perubahan yang diakibatkannya.
d. Kemampuan menseleksi informasi yang diperoleh.

2. Upaya Mengantisipasi Masa Depan
UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

a. Perubahan Nilai dan Sikap
Perubahan nilai dan sikap dalam rangka mengantisipasi masa depan haruslah diupayakan sedemikian rupa sehingga dapat diwujudkan keseimbangan dan keserasian antara aspek pelestarian dan aspek pembaruan.

Pendidikan harus selalu menjaga secara seimbang pembentukan kemampuan mempertanyakan, disamping kemampuan menerima dan mempertahankan. Keserasian dan keselarasan antara pelestarian dan pembaruan nilai dan sikap akan memberi peluang keberhasilan menjemput masa depan itu.

b. Pengembangan Kebudayaan
Salah satu upaya penting dalam mengantisipasi masa depan adalah upaya yang berkaitan dengan pengembangan kebudayaan dalam arti luas, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan sarana kehidupan manusia. Dewasa ini, kita tidak mungkin menutup diri terhadap pengaruh kebudayaan lain.

Oleh karena itu, yang dibutuhhkan adalah memperkuat ketahanan budaya, sehingga dapat memanfaatkan pengaruh positif serta menghindari pengaruh negatif dari kebudayaan tersebut. Peranan pendidikan merupakan faktor menentukan dalam membangun dan memperkuat ketahanan budaya tersebut.

c. Pengembangan Sarana Pendidikan
Khusus untuk menyongsong era globalisasi yang semakin tidak terbendung, terdapat beberapa hal yang secara khusus memerlukan perhatian dalam bidang pendidikan. Santoso S. Hamijoyo mengemukakan lima strategi dasar dalam era globalisasi tersebut yaitu:
1) Pendidikan untuk pengembangan IPTEK dipilih terutama dalam bidang yang vital, eperti manufakturing pertanian.
2) Pendidikan untuk pengembangan keterampilan manajemen, termasuk penguasaan bahasa asing.
3) Pendidikan untuk pengolahan kependudukan, lingkungan, keluarga berencana, dan kesehatan sebagai penangkal terhadap menurunnya kualitas hidup dan hancurnya sistem pendukung kehidupan manusia.
4) Pendidikan untuk pengembangan sistem nilai.
5) Pendidikan untuk mempertinggi mutu tenaga kependidikan dan pelatihan.

Selain itu, beberapa upaya yang bisa dilakukan dalam bidang pendidikan antara lain :
1) Pemantapan kurikulum (kurikulum inti dan lokal).
2) Pemantapan strategi pembelajaran.
3) Peningkatan kualitas tenaga kependidikan.
4) Peningkatan sumberdaya pendidikan.

Mengantisipasi masa depan terutama dalam perubahan nilai dan sikap adalah merupakan hal yang sangat sulit dan tidak dapat dilaksanakan dalam waktu yang cepat. Mengubah orang dari yang bersifat negatif menjadi sikap positif, dari yang dangkal dan emosional menjadi nersikap matang, luas dan rasional, dari sikap yang menolak perubahan kepada sikap yang menerima dan melaksanakan perubahan, berdasarkan pengalaman adalah sukar.

Namun demikian kita tetap percaya bahwa upaya-upaya hanya dapat dilakukan melalui pendidikan di rumah tangga oleh keluarga, pendidikan di sekolah dan pendidikan di masyarakat. Ketiga pusat pendidikan ini didukung oleh kebijakan-kebijakan dari pemerintah akan mampu mempersiapkan manusia masa depan dengan segala tuntutannya.

Upaya yang dapat dilakukan oleh pendidikan dengan menganalisis materi yang ada di dalam kurikulum dan di dalam buku pelajaran. Apakah materi tersebut masih relevan sebagai pengetahuan yang dapat dilakukan, intervensi apa yang dapat diberikan agar materi dapat mendekati kenyataaan yang ada di masa depan.

Sekolah dapat menyediakan sarana seperti laboratorium, perpustakaan, ruang praktek, workshop, ruang computer dan internet, ruang gelap untuk belajar dengan media slide, OHP, dan film ilmu pengetahuan dengan catatan sarana tersebut bukan hanya ada tetapi berfungsi. Misalnya, di sekolah ada perpustakaan tetapi buku-buku yang ada disana hanyalah buku lama. Mengenai pengetahuan baru, penemuan baru, mengenai kejadian baru belum masuk perpustakaan.

Diperlukan suasana yang demokratis dan suasana lainnya yang konduksif untuk mengembangkan sikap dan nilai-nilai yang harus dimiliki peserta didik untuk masa depan, maka suasana pembelajaran lebih menekankan pengembangan diri peserta didik dengan memberikan kesempatan yang luas untuk mengeluarkan pendapat, untuk pembelajaran sendiri.

Sekolah tetap tanggap kepada suku bangsa yang ada di kelas, dan juga berbagai kepercayaan yang ada. Guru membiasakan anak untuk mampu mencari informasi tentang apa saja yang sesuai dengan peserta didik, informasi tentang dunia kerja, informasi tentang buku yang baik dan baru, informasi tentang kecenderungan masa depan, Jadi sekolah sebagai agent of innovation, secara terencana mengarahkan siswanya untuk mengantisipasi masa depan dengan segala ciri dan tuntutannya.

Tidak kalah penting adalah sikap guru yang mau mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas profesinya, mencari informasi baru dalam bidang pendidikan, mau memperhatikan hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan dan psikologi, guru harus menjadi orang yang gemar membaca, membaca surat kabar, jurnal, dan majalah-majalah yang berhubungan dengan bidang spesialisasinya.

DAFTAR PUSTAKA

http://cafestudi061.wordpress.com/2008/09/17/masyarakat-masa-depan/

http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/14/bab-iv-perkiraan-dan-antisipasi-terhadap-masyarakat-masa-depandoc/

Tim Pembina Mata Kuliah Pengantar Pendidikan. 2006. Bahan Ajar Pengantar Pendidikan. Padang : UNP.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s