Saat Harus Lari Dari Mantan

Menghadapi mantan yang tidak bisa menerima kata “putus’ memang susah. Dia masih suka telepon, tetap berlagak sebagai pacar, bahkan parahnya, nekat menjemput walau sudah dilarang. Lalu, harus bagaimana lagi agar mantan bisa menjauh dari kehidupan kita?

Bila mantan ternyata ogah menjauh, maka berarti Andalah yang harus lari darinya. Selain mantan, berikut ada beberapa hal yang harus dihindari.

Tempat kerjanya

Entah dia masih kuliah atau sudah bekerja, yang pasti Anda mesti berada jauh-jauh dari kantor atau kampusnya. Jika Anda dan dia bekerja/ belajar di tempat yang sama, maka lakukan segala hal yang memungkinkan untuk meminimkan pertemuan dengannya.

Tempat nongkrongnya

Jika dulu Anda pun sering singgah ke cafe favoritnya, maka kini saatnya untuk mencari kafe baru. Tentu saja Anda harus rela untuk tidak mengunjungi tempat itu sementara waktu, hingga Anda dan mantan bisa menerima kenyataan bahwa kalian memang tidak bisa bersama-sama lagi.

Meneleponnya

Yang benar saja, menelepon dia karena teringat kisah romantis lama hanya akan memberi harapan palsu bagi Anda dan dirinya. Dia akan salah mengerti, dan bisa berpikir Anda mau balik dengannya. Okelah, Anda setuju untuk tetap berteman dengannya, namun untuk urusan menelepon, nanti dulu. Itu adalah hal yang pantang dilakukan bila Anda ingin menghindarinya.

Telepon darinya

Lalu, bagaimana bila dia yang menelepon. Bukan hanya sekali atau dua kali, namun berkali-kali? SMS darinya pun tampak membanjiri kotak masuk ponsel Anda. Jika Anda memang tak ingin kembali padanya, maka abaikan semua SMS dan teleponnya.

Email darinya

Tampaknya dia tahu bahwa dirinya tak bisa menjangkau Anda lewat telepon dan sms, jadi dia pun beranjak ke email. Sama seperti menghadapi telepon dan SMS, Anda sebaiknya tidak merespon emailnya. Jika email darinya terus mengalir deras, bahkan sampai mengganggu ketenangan Anda, maka masukkan dalam daftar spam.

Chatting dengannya

Teknologi internet memang jauh lebih canggih daripada dulu. Salah satu media pacaran yang kerap dipakai akhir-akhir ini adalah via chatting. Jika dia mengajak Anda ngobrol melalui messenger, maka tampillah offline di hadapannya. Jangan baca atau balas IM-nya.

Teman-temannya

Saat memutuskan untuk mengusir bayangan mantan dari kehidupan, maka Anda juga harus menjauhi teman-temannya. Perkataan teman bisa membuat Anda labil. Jika terpaksa bertemu dengan salah seorang dari mereka, maka cukup sapa saja, namun hindari obrolan apalagi mengenai mantan.

Rumahnya

Anda mungkin tergoda untuk mengetahui keadaannya setelah kata putus dilontarkan. Apakah dia sudah punya yang lain? Apakah dia baik-baik saja? Jika demikian maka cukup tanyakan pada temannya, melalui teman Anda yang bisa dipercaya. Jangan sekali-kali mampir atau lewat depan rumahnya. Bisa jadi ia memergoki Anda saat lewat dan berpikir lain.

‘Wilayah kekuasaannya’

Pasti ada jalan-jalan tertentu yang biasa dilewati mantan, entah itu saat berangkat kerja, maupun ketika hendak nongkrong. Jika tak ingin bertemu dengannya, tentu saja Anda dianjurkan melewati jalan yang lain. Lalu, bagaimana bila bertemu secara tak sengaja? Sapalah dengan ramah, namun jangan tatap matanya lama-lama. Dampak saling menatap ini bisa membangkitkan kembali kenangan indah masa lalu yang sebenarnya ingin Anda lupakan.

Berkubang di rumah

Anda bisa merelakan kenangan tentang mantan yang mungkin melekat erat di hati dengan pergi berlibur dan menghilang selama beberapa hari. Saat kembali, maka hati dan pikiran Anda sudah lebih segar dan siap untuk memulai hidup baru tanpa dirinya.

Hal paling ekstrim yang harus dilakukan saat mantan benar-benar menjadi tak terkendali adalah pindah. Cari rumah baru, kota baru, kerjaan baru, kampus baru, bisa jadi merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan teror ‘minta balik’ yang mungkin dilakukannya pada Anda. (kpl/**)

Sumber : http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/06/21/21060/Saat-Harus-Lari-Dari-Mantan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s