Mengenal Diskalkulalia dan Gejalanya Sulit Belajar Matematika

Venny kesal sejadi-jadinya melihat adiknya yang sudah berusia 7 tahun tak juga kunjung pandai berhitung. Ia sempat khawatir, apakah adiknya termasuk anak yang bodoh? Berhitung memang menjadi acuan seorang yang pintar atau tidak, sebagai indikator kecerdasan seseorang. Dan berhitung juga merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang karena dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu berhadapan dengan angka-angka atau hitungan.

Ada istilah diskalkulalia. Diskalkulia dikenal juga dengan istilah math difficulty karena menyangkut gangguan pada kemampuan kalkulasi secara matematis. Kesulitan ini terbagi menjadi bentuk kesulitan berhitung (counting) dan mengkalkulasi (calculating). Anak yang bersangkutan akan menunjukkan kesulitan dalam memahami proses-proses matematis. Nah, biasanya, penderita diskalkulalia ini sulit untuk mengerjakan tugas yang melibatkan angka atau simbol matematis. Mungkin ada di antara kita yang mengalaminya sendiri, sulit belajar matematika.


Penderita diskalkulia umumnya anak-anak, tetapi tidak secara spesifik menyerang tingkat usia tertentu. Gangguan ini terutama terjadi pada saat anak menginjak umur sekolah sekitar usia 7 tahun. Diskalkulia dapat terdeteksi pada usia tersebut karena pada saat itu anak mulai sekolah dan belajar berhitung.

Diskalkulia berasal dari bahasa Yunani. Dys berarti ‘tuna’ dan calculus artinya manik, dekak, atau kelereng. Mungkin karena zaman purba orang berhitung dengan alat bantu batu kerikil maka dari sinilah istilah discalculia tersebut berasal. Artinya, sedikit bodoh dalam soal hitung-hitungan.

Tapi, kenapa ya diskalkulalia bisa terjadi? Kelemahan visual atau proses penglihatan dapat menjadi penyebabnya. Seorang anak yang mengalami kesulitan dalam mengurutkan dan mengorganisasikan informasi secara detail, umumnya juga akan sulit mengingat sebuah fakta, konsep ataupun formula untuk menyelesaikan kalkulasi matematis.

Biasanya, jika permasalahan tersebut yang menyebabkannya, maka anak cenderung mengalami hambatan pada aspek kemampuan lainnya, seperti membaca kode-kode dan mengeja, serta apa pun yang membutuhkan kemampuan mengingat kembali hal-hal detail.

Ada pula di antara kita yang pernah mengalami trauma dengan pelajaran matematika, yang kemudian bisa kehilangan rasa percaya dirinya. Jika hal ini tidak diatasi segera, ia akan mengalami kesulitan dengan semua hal yang mengandung unsur hitungan.

Mereka yang mengalami diskalkulalia ini sulit melakukan transaksi (belanja), termasuk menghitung kembalian uang. Seringkali takut memegang uang, menghindari transaksi, atau apa pun kegiatan yang harus melibatkan uang. Bahkan, sulit melakukan proses-proses matematis, seperti menjumlah, mengurangi, membagi, mengali, dan sulit memahami konsep hitungan angka atau urutan. Selain itu, mereka yang mengalami diskalkulalia bingung dalam mengurut kejadian masa lalu atau masa mendatang.

Sumber : http://himatika-unp.org/index.php?option=com_content&view=article&id=57:diskalkulalia-part-1-mengenal-diskalkulalia-dan-gejalanya-sulit-belajar-matematika&catid=39:mading&Itemid=62

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s