Kurang Tidur Picu Diabetes

Wajah Rani sendu. Bawah matanya seperti panda. Hoah… Rani mengantuk berat rupanya, kurang tidur. Sebenarnya tak cuma Rani yang mesti waspada, Anda juga. Sering kurang tidur tak baik untuk kesehatan.

Tidur sebagai kebutuhan dan sinyal tubuh perlu waktu beristirahat. Pada saat Anda tidur, seluruh bagian tubuh secara alami melakukan perbaikan atau regenerasi sel dari dalam. Tubuh Anda aktif memproduksi hormon kortisol pada saat tidur, hormon inilah yang membuat Anda lebih segar dan bebas dari kelelahan pada saat bangun tidur.

Gangguan sulit tidur bisa dialami siapa saja. Banyak faktor penyebab kurangnya waktu tidur. Bisa jadi Anda terpaksa tidak tidur karena kesibukan yang mengharuskan Anda menghabiskan malam untuk menyelesaikan setumpuk tugas. Atau bisa jadi Anda terbiasa begadang dan menghabiskan waktu beberapa jam saja untuk tidur.

Apapun alasan Anda, kurang tidur tidak baik untuk kesehatan. Ada beberapa bahaya yang harus Anda ketahui.

Daya Tahan Tubuh Menurun
Seperti sudah disampaikan pada paragraf sebelumnya, tidur adalah proses regenerasi sel dari dalam. Bila Anda kurang tidur, otomatis daya tahan tubuh Anda melemah. Tubuh Anda akan mudah terserang virus yang ringan sekalipun, flu dan batuk misalnya. Sekalipun Anda mengatur pola makan, tanpa diimbangi tidur yang berkualitas, daya tahan tubuh Anda tidak akan prima.

Memicu Kegemukan dan Diabetes
Kebiasaan begadang dan kurang tidur berakibat pada gangguan tingkat gula darah dan produksi leptin. Leptin adalah hormon yang berguna untuk menekan napsu makan. Apabila Anda kekurangan tidur, tubuh kurang menghasilkan leptin. Inilah yang menyebabkan Anda sering lapar pada saat begadang atau lapar di sepanjang siang.

Bila hal ini terjadi, Anda cenderung untuk memilih cemilan yang banyak mengandung glukosa, lemak, dan karbohidrat. Dengan demikian, tubuh akan menumpuk zat-zat tersebut dan mengacaukan tingkat gula darah, sehingga Anda lebih rentan terserang diabetes. Kegemukan juga merupakan efek samping dari pemilihan makanan tidak sehat akibat menurunnya hormon leptin.

Emosi Tidak Stabil lalu Sulit Berpikir
Tidur dapat menurunkan tingkat stres, sudah banyak penelitian yang membuktikannya. Kurang tidur akan membuat otak Anda tidak mendapat jatah istirahat yang cukup. Tubuh Anda pun mengalami kelelahan karena tidak mendapat perbaikan alami yang terjadi pada saat tidur. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan Anda menjadi depresi akibat kelelahan.

Emosi Anda menjadi tidak stabil dan konsentrasi Anda akan menurun. Anda akan kesulitan untuk berpikir dan memecahkan masalah, bahkan untuk masalah yang paling ringan sekalipun. Anda bahkan menjadi mudah pikun dan ceroboh akibat kurang tidur.

Dampak yang mengerikan untuk kesehatan akan mengincar Anda jika terus mengabaikan tidur yang berkualitas dan kurangnya waktu tidur. Tidurlah bila sudah waktunya Anda untuk beristirahat. Dengan tubuh sehat dan cukup beristirahat, Anda bebas beraktivitas sepanjang hari.

Sumber : http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2011/03/04/44273/Kurang-Tidur-Picu-Diabetes

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s