MAHASISWA MATEMATIKA UNP: Defri Ahmad Juara Olimpiade Matematika Nasional

http://www.hariansinggalang.co.id

Defri Ahmad, mahasiswa semester akhir jurusan Matematika Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang (FMIPA-UNP) tak menyangka, 1 Mei 2011 bakal menjadi hari bersejarah dalam hidupnya.

Hari itu dia berhasil meraih juara pertama olimpiade matematika dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) 2011.
Untuk kemenangannya itu, pemuda kelahiran Sungai Limau, 9 September 1988 ini berhak atas medali emas dan uang Rp6 juta.

“Rasanya tak percaya bisa menang, karena secara logika kok saya bisa mengungguli anak-anak yang pernah meraih perak dan perunggu pada Olimpiade Matematika tingkat dunia,” ceritanya kepada Singgalang, Jumat (13/5).

Pada ON MIPA-PT yang berlangsung di Bandung 28 April-2 Mei 2011 disebutkan Defri, pesertanya tidak terbatas pada pemula saja. Ada beberapa mahasiswa yang pernah mengikuti olimpiade internasional ikut secara otomatis menjadi peserta, tanpa seleksi lagi dari universitas atau pun regional. “Khusus Matematika ini ada 51 orang peserta yang masuk pada seleksi tahap III termasuk enam orang yang pernah masuk pada olimpiade internasional,” jelas bungsu dari delapan bersaudara ini.

Sebelum mengikuti olimpiade itu, buah hati dari Zaherman dan Desmani, petani di Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman ini bahkan sempat pesimis. Dia memang tak ada persiapan khusus. Selain biasanya yang diuji dalam olimpiade melebihi standar pada strata satu (S1), saat itu Defri juga tengah menyusun skripsi dan melaksanakan praktik lapangan di salah satu sekolah. Belum lagi, dia juga mengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar.

“Jangankan belajar untuk lomba, untuk yang wajib saja susah. Tapi karena dukungan dari teman-teman kampus dan kos serta dukungan dari para dosen, saya tetap optimis bisa mengikuti lomba itu,” kenangnya.

Sikap optimisme Defri juga tak terlepas dari triknya dalam memecahkan rumus-rumus matematika. “Jika materi itu baru kita kenal, maka baca dulu, lalu pahami. Bila sudah tahu, paham, maka soal itu menjadi lebih mudah,” katanya.

Dari paparannya, seolah tak ada yang sulit dalam menyelesaikan soal matematika. Semua itu memang tidak terlepas dari kecintaannya pada mata pelajaran yang agak ditakuti para pelajar tersebut. Menurutnya, sejak mengenal matematika, dia sudah menyukainya.

Menguji kemampuan matematika dalam sebuah perlombaan matematika diakui Defri tidak sekali ini diikutinya. Sejak pertama ON-MIPA PT ini diluncurkan Kementerian Pendidikan Nasional 2009 lalu, pemuda yang pernah bercita-cita menjadi penemu ini telah ikut ambil bagian. Namun ketika itu dia belum beruntung.

Tak mau berpuas diri, pada kesempatan kedua 2010, dia kembali menjajal kemampuannya dan berhasil membawa pulang medali perunggu. Ketekunan dan keuletannya ternyata membuahkan hasil. Tahun ketiga penyelenggaraan olimpiade itu, dia berhasil membawa pulang medali emas. “Di Sumatra, hanya satu peraih emas dan dua peraih perak dari universitas lain,” sebut pemilik IPK 3,6 ini.

Pada lomba itu, ada empat peraih emas, enam perak dan 10 peraih perunggu, juga ada yang hanya mendapatkan penghargaan.
Pembantu Dekan (PD) III FMIPA UNP, Amrin menyebutkan, mereka yang diutus ikut olimpiade ini telah melalui seleksi yang sangat ketat. Tahap awal, FMIPA menjaring 28 mahasiswa masing-masing empat orang jurusan matematika, kimia, biologi dan fisika. Mereka kemudian dikirim mengikuti seleksi regional (tahap II) ke Riau.

Para pemenang inilah yang kemudian dikirim ke tahap III.
“Salah satu yang masuk Defri dan berhasil menjadi juara pertama olimpiade matematika,” jelasnya sambil menyebutkan keseluruhan peserta dari berbagai jurusan MIPA itu berjumlah 204 orang.

Rektor UNP, Prof.Z.Mawardi Effendi menyatakan, kebanggaannya atas prestasi yang diraih Defri Ahmad. Dia berharap jejak Defri bisa diikuti mahasiswa lainnya, tidak sebatas pada jurusan FMIPA saja, tapi seluruh jurusan dan program studi yang terdapat di UNP. Sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa yang mengharumkan nama UNP di tingkat nasional kepada mereka diberikan beasiswa.

“Bagi mereka yang juara nasional akan kami bebaskan biaya SPP selama satu tahun,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s