Kecerdasan Interpersonal

Howard Gardner (1993) mengemukakan bahwa kecerdasan seseorang meliputi unsur-unsur kecerdasan matematika logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan musikal, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis.

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Peka pada ekpresi wajah, suara dan gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain dan umumnya dapat memimpin kelompok.

Kecerdasan interpersonal juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berlangsung antar dua pribadi, mencirikan proses-proses yang timbul sebagai suatu hasil dari interaksi individu dengan individu lainnya. Kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.

Kecerdasan Interpersonal ini juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial, selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman, juga mencakup kemampuan seperti memimpin, mengorganisir, menangani perselisihan antarteman, memperoleh simpati dari peserta didik yang lain, dan sebagainya.

Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang rendah dapat memunculkan konflik interpersonal. Hal ini ditegaskan oleh Sullivan dalam Chaplin (2000:257) bahwa penyakit mental dan perkembangan kepribadian terutama sekali lebih banyak ditentukan oleh interaksi interpersonalnya daripada oleh faktor-faktor konstitusionalnya.

Anak dengan Kecerdasan Interpersonal
Anak dengan kecerdasan interpersonal mudah berinteraksi dan pandai bergaul. Sehingga seringkali menjadi pempimpin dalam kelompok pergaulan.

Pandai bersosialisasi. Berdasarkan Multiple Intelligences (MI) ada sebuah jenis kecerdasan tertentu yang dimiliki anak-anak yang pandai bersosialisasi. Anak-anak yang tinggi tingkat kecerdasan interpersonalnya sangat mudah berinteraksi dengan orang lain karena mampu berempati kepada orang lain, mampu memahami pikiran dan perasaan orang lain. Wow! Hebatnya si balita jika ia pandai bergaul dan punya banyak teman.

Menjadi pemimpin.Tidak mengherankan anak-anak ini biasanya menjadi pemimpin dalam kelompok pergaulannya (peer group). Meskipun anak-anak dengan kecerdasan interpersonal juga mengalami fase takut berhubungan dengan orang yang lain, atau malu, namun anak-anak ini melalui tahapan tersebut lebih cepat. Ditandai dengan kemampuan berkomunikasi verbal yang sangat baik, orang tua dari anak seperti ini, biasanya akan mendapatkan pujian dari guru atau sesame orang tua teman si balita, berkait dengan kemampuan anak dalam membujuk, mendorong keberanian teman, menghibur dan juga kemampuannya menengahi pertengkaran di antara teman-temannya.

Peran orang tua.Apabila balita Anda sebaliknya, justru sangat lemah dalam bersosialisasi, Anda perlu memberikan bimbingan secara khusus. Oleh karena, memberi contoh adalah cara efektif dalam mengasah kecerdasan interpersonal, Anda dan pasangan harus menjadi pribadi yang terbuka dan mampu bersosialisasi juga. Pembiasaan juga menjadi salah satu cara paling efektif. Ini artinya, Anda harus memberi kesempatan pada balita untuk banyak “berlatih” dalam rangka mengasah kecerdasan interpersonalnya.

Balita yang cerdas secara interpersonal memiliki ciri : Mahir menggunakan berbagai cara untuk berinteraksi, berhubungan dan berkomunikasi dengan teman sebaya, lebih muda maupun yang dewasa.

Sumber :
http://belajarpsikologi.com
http://www.ayahbunda.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s