Menangis Kurang Efektif Sebagai Pelepasan Emosi

Menangis memang membuat perasaan lebih lega terutama ketika mengalami hal yang menyedihkan. Sayangnya menurut penelitian terbaru menangis tidak efektif untuk pelepasan emosi dan tak terlalu bermanfaat.

Orang dapat menangis tanpa ada hal yang membuatnya sedih atau kecewa. Tapi penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Research in Personality punya pendapat berbeda.

Penelitian ini menemukan bahwa mengucurkan air mata tidak berpengaruh terhadap suasana hati pada hampir dua pertiga kelompok wanita yang menulis jurnal emosi harian.

“Menangis tidak sebegitu bermanfaat seperti yang orang-orang bayangkan,” tutur Jonathan Rottenberg, profesor psikologi University of South Florida sekaligus penulis utama penelitian ini.

“Hanya sebagian kecil episode menangis yang berkaitan dengan perbaikan suasana hati, bertentangan dengan anggapan masyarakat umumnya,” lanjut Rottenberg seperti dikutip Healthland.Time.com, Selasa (2/8/2011)

Penelitian ini melibatkan 97 perempuan Belanda berusia 18 hingga 48 tahun. Partisipan telah menangis sebanyak total 1.004 kali sebagai bagian dari aktivitas penulisan jurnal harian selama tiga bulan.

Sebanyak 61% dari perempuan ini menyatakan bahwa menangis tidak memperbaiki mood sama sekali. Lalu sebanyak 9% dari responden melaporkan bahwa mereka justru merasa lebih sedih setelah meledakkan tangisnya, sementara 30% melaporkan merasa lebih baik setelah menangis.

Rottenberg berpendapat bahwa menangis bukanlah tindakan peluapan emosi yang efektif seperti banyak diasumsikan orang. Mereka yang merasa lebih baik setelah menumpahkan air mata mungkin tidak mendapat manfaat sebesar dukungan sosial dan kasih sayang yang mereka dapatkan.

Penelitian ini juga memberikan batasan pribadi mengenai tindakan menangis berupa kapan, berapa lama dan mengapa wanita melepaskan tangisannya. Para peserta melaporkan sesi menangis rata-rata berlangsung selama delapan menit, baik sendirian atau di hadapan orang lain. Kebanyakan menangis terjadi di ruang tamu dan alasan utama untuk tangisannya adalah konflik, kerugian dan empati atas penderitaan orang lain.

Sumber : http://www.detikhealth.com/read/2011/08/02/113259/1694602/763/menangis-kurang-efektif-sebagai-pelepasan-emosi?l993306763

One thought on “Menangis Kurang Efektif Sebagai Pelepasan Emosi

  1. Ping-balik: Menangis Kurang Efektif Sebagai Pelepasan Emosi | Lintas Berita at Bisnis Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s