Pelaksanaan Pendidikan Berkarakter Islami di Sekolah

Oleh : Tomi Tridaya Putra*

Dalam dimensi agama Islam, karakter berkaitan dengan akhlak. Secara etimologis, kata akhlak berasal dari bahasa Arab al-akhlaq yang merupakan bentuk jamak dari kata khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat. Sinonim dari kata akhlak ini adalah etika, moral, dan karakter. Sedangkan secara terminologis, akhlak berarti keadaan gerak jiwa yang mendorong ke arah melakukan perbuatan dengan tidak menghajatkan pikiran. Inilah pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Maskawaih. Sedang al-Ghazali mendefinisikan akhlak sebagai suatu sifat yang tetap pada jiwa yang daripadanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak membutuhkan kepada pikiran.

Akhlak merupakan salah satu dari tiga kerangka dasar ajaran Islam yang memiliki kedudukan yang sangat penting, di samping dua kerangka dasar lainnya, aqidah dan syariah. Nabi Muhammad Saw. dalam salah satu sabdanya mengisyaratkan bahwa kehadirannya di muka bumi ini membawa misi pokok untuk menyempurnakan akhlak manusia yang mulia. Nabi Muhammad Saw. bersabda:
Artinya: “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. (HR. Ahmad).

Keharusan menjunjung tinggi akhlak karimah lebih dipertegas lagi oleh Nabi Saw. dengan pernyataan yang menghubungkan akhlak dengan kualitas kemauan, bobot amal, dan jaminan masuk surga. Sabda Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibn Amr:
Artinya: “Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik akhlaknya … (HR. al-Tirmidzi).

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa akhlak Islam bukan hanya hasil pemikiran dan tidak berarti lepas dari realitas hidup, melainkan merupakan persoalan yang terkait dengan akal, ruh, hati, jiwa, realitas, dan tujuan yang digariskan oleh akhlaq qur’aniah. Dengan demikian akhlak karimah merupakan sistem perilaku yang diwajibkan dalam agama Islam melalui nash al-Quran dan Hadis.

Allah menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan yang terbaik yang harus dicontoh sikap dan perilakunya. Terkait dengan ini Allah Swt. berfirman:
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. al-Ahzab (21): 21).

Allah memilih Nabi Muhammad SAW. sebagai teladan terbaik karena keluhuran budi atau akhlaknya. Semua yang diperintahkan Allah dalam al-Quran selalu pasti dilaksanakan oleh Nabi dan yang dilarang Allah dalam al-Quran pasti dijauhi Nabi.

Sifat-sifat khusus (akhlak) yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Saw. maupun para nabi dan rasul yang lain adalah:
1. Shiddiq, yang berarti jujur. Nabi dan rasul selalu jujur dalam perkataan dan perilakunya.
2. Amanah, yang berarti dapat dipercaya dalam kata dan perbuatannya.
3. Tabligh, yang berarti menyampaikan apa saja yang diterimanya dari Allah (wahyu) kepada umat manusia.
4. Fathanah, yang berarti cerdas atau pandai, sehingga dapat mengatasi semua permasalahan yang dihadapinya.
5. Ma’shum, yang berarti tidak pernah berbuat dosa atau maksiat kepada Allah. Sebagai manusia bisa saja nabi berbuat salah dan lupa, namun lupa dan kesalahannya selalu mendapat teguran dari Allah sehingga akhirnya dapat berjalan sesuai dengan kehendak Allah.

Akhlak Rasulullah tersebut menjadi dasar pelaksanaan pendidikan berkarakter islami di sekolah. Bagaimana sekolah menjadi lembaga pembinaan peserta didik sehingga menjadi manusia yang berakhlak dan berbudi pekerti yang mulia. Metode pelaksanaannya di sekolah harus disesuaikan dengan keadaan sekolah, lingkungan masyarakat dan kesiapan lembaga sekolah tersebut karena. Untuk pelaksanaan pendidikan berkarakter islami ini, seluruh aspek dan sendi-sendi sekolah harus sudah dimulai dengan kehidupan yang islami, mulai dari dasar dan dari awal hingga akhir.

Pengembangan pendidikan berkarakter islami dapat dilakanakan dengan memperhatikan beberapa prinsip.
1. Identifikasi akar filosofis
Sebelum memulai, teliti dan pelajari terlebih dahulu akar filosofis permasalahan yang ada di sekolah. Pelajari keadaan, kesiapan, niat dan keseriusan seluruh komponen sekolah dalam melaksanakan pendidikan berkarakter islami ini. Selanjutnya rancang sebuah konsep yang disesuaikan dengan keadaan skolah. Persiapkan segala sesuatu dan segala kemungkinan yang mngkin terjadi.
2. Pendidik / guru
Guru adalah faktor kunci dalam pelaksanaan pendidikan berkarakter islami di sekolah. Keseriusan guru bukan hanya pada pelaksanaan di kelas dan dalam pembelajaran, namun juga dalam kehidupan dan pergaulan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Jadi guru benar-benar harus melaksanakan karakter islami pada dirinya sebelum menerapkannya kepada peserta didik.
3. Al-quran sebagai sahabat
Pendekatan pembelajaran yang islami tidak bisa dipisahkan dengan kedekatan pada Al-quran. Al-quran harus menjadi sahabat dalam kehidupan guru dan siswa. Membaca dan mempelajari Al-quran merupakan bagian wajib dalam pembelajaran dan kehidupan. Al-quran akan menjadi penuntun utama dalam pelaksanaan ajaran islam dalam kehidupan.
4. Masjid sebagai pusat kegiatan
Berbicara tentang kehidupan keislaman tidak bisa dipisahkan dar masjid. Pelaksanaan pendidikan berkarakter islami harus dimulai dari kedekatan siswa dengan masjid. Masjid harus dijadikan sebagai pusat segala kegiatan. Pembelajaran diawali dan dipusatkan dari masjid, sehingga nuansa keislaman akan melekat dalam lingkungan sekolah. Masjid harus berada di tempat yang strategis dan pengelolaan masjid harus optimal sehingga setiap kegiatan berjalan dengan lancar.
5. Key Player
Dalam pergerakan mempersiapkan dan melaksanakan pendidikan berkarakter islami di sekolah sangat tergantung pada pemain kunci (key player). Seorang penggerak yang gigih dan serius sangat dibutuhkan dalam melaksanakan perubahan yang sangat mendasar pada sebuah sekolah ini. Pemain kunci ini haruslah seorang yang benar-benar memahami keadaan sekolah dan lingkungan sekitar serta paham dan memiliki program yang jelas dan tertata serta terencana dengan baik sehingga dapat menggerakkan komponen sekolah yang lain dalam pelaksanaan pendidikan berkarakter islami dan mempertahankannya.
6. Mobilitas vertikal dan horizontal
Pergerakan pelaksanaan pendidikan berkarakter islami tidak hanya dilaksanakan di sekolah, namun juga harus ada pergerakan secara vertikal dan horizontal. Masyarakat dan lingkungan harus dirangkul dan harus dibuat mendukung sepenuhnya. Ini sangat mempengaruhi kesuksesan pelaksanaan dan mempertahankan pendidikan berkarakter islami. Selain itu tidak kalah penting para pemangku kepentingan yan harus dibuat mendukung penuh, baik dari segi moril, kebijakan maupun pendanaan, karena tanpa hal tersebut akan banyak kendala yang dihadapi. Jadi mobilitas secara vertikal dan horizontal harus dipertahankan dan terus dilaksanakan.
7. Kerjasama antar lembaga
Kerjasama sangat diperlukan dalam pelaksanaan pendidikan berkarakter islami. Dalam proses pendidikan harus ada kerjasama dengan lembaga terkait yang dapat menyokong pelaksanaannya. Misalnya dalam pendidikan Al-quran dan keislaman, harus bekerjasama dengan lembaga Al-quran dan keislaman untuk mendidik siswa maupun guru. Begitupun untuk pembentukan akhlak, watak dan kepribadian.
8. Asrama
Asrama adalah salah satu komponen penting dalam pembinaan pendidikan berkarakter islami, namun asrama bukan hal yang wajib. Adanya asrama sangat mendukung karena dengan tinggalnya siswa dan guru di asrama, pendidikan dapat dilakukan secara menyeluruh dalam segala segi kehidupan siswa.

(Dukutip dari berbagai sumber dengan perubahan seperlunya)

*Penulis adalah
1. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Padang (UNP),
2. Plt. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pesisir Selatan (IMAPESS) UNP,
3. Wakil Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Tapan (IMASTA),
4. Pengurus Forum Mahasiswa Tapan (FORMAT) Se Indonesia dan,
5. Pendiri blog berita TAPAN di dunia maya (www.pondokbinjai.wordpress.com).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s