Kurikulum 2013: Solusi Untuk Mengatasi Krisis Karakter di Indonesia

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa dasar dari pengembangan kurikulum baru (Kurikulum 2013) adalah untuk membangun pendidikan karakter pada anak – anak bangsa. Kurikulum 2013 lebih menekankan pada pengembangkan karakter disamping ketrampilan dan kemampuan kognitif karena Indonesia saat ini sedang mengalami krisis karakter yang diperlihatkan dari banyaknya korupsi, tindak kejahatan terjadi dimana – mana, dan mudahnya anak – anak bangsa menerima kebudayaan dari negara lain tanpa menyaringnya apakah kebudayaan itu baik atau buruk untuk diri mereka.

Menurut Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dari Kemendikbud ada tiga nilai utama yang akan dikembangkan dalam kurikulum 2013. Pertama adalah menghormati kembali norma – norma yang menjadi budaya bangsa diantaranya adalah pembangunan karakter jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

Hal yang kedua adalah menumbuhkan nilai – nilai keilmuan. Dalam hal ini pemerintah berupaya untuk menumbuhkan semangat berinovasi, mencari ilmu, dan berkreasi pada para siswa. Hal yang ketiga adalah menumbuhkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air, termasuk didalamnya menghargai kebudayaan dan karya bangsa.

Hamid juga meminta agar para pendidik atau guru tidak perlu khawatir dengan kehadiran kurikulum 2013 karena Kemendikbud akan melatih semua guru dan pengawas dalam penerapan kurikulum baru ini. Pelatihan tersebut juga akan memberikan pendampingan dalam pelaksanaannya. Selanjutnya, kurikulum baru ini juga disusun untuk meningkatkan keseimbangan otak kanan dan otak kiri.

Hal tersebut natinya akan memasukkan kembali mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang dulu sempat dihilangkan. Pelajaran ini akan masuk ke dalam pelajaran PPKn (Pendidikan Kewarganegaraan).

Dalam kurikulum 2013, empat pilar juga aka dimaksimalkan. Dalam semua mata pelajaran yang akan diberikan akan ditambah dengan penanaman nilai kebangsaan, terutama untuk pelajaran sejarah dan Bahasa Indonesia. Dengan adanya hal ini, diharapkan anak – anak Indonesia nanti bangga memiliki bahasa Indonesia yang saat ini telah digunakan oleh hampir 300 juta penduduk Indonesia, Malaysia, dan beberapa wilayah selatan Thailand.

Dalam kurikulum 2013, proses pembelajarannya akan memberi kesempatan pada siswa untuk mengobservasi, menganalisis, mempertanyakan, dan mengkomunikasikan pengetahuan. Sedangkan untuk proses penilaiannya, kurikulum 2013 tidak hanya ditentukan oleh hasil tes saja tetapi menggunakan penilaian portofolio.

Sumber: http://gelumbang.com/334/pendidikan/kurikulum-2013-solusi-untuk-mengatasi-krisis-karakter-di-indonesia.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s